Tembilahan [inhilBoy.com] - Seorang narapidana kasus perampokan, Saripudin alias Sari alias Pak Itam (34) warga parit Kanto Desa Benteh Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir-Riau, sekitar pukul lima pagi, Sabtu (22/01), kabur dari Rumah Tahanan Lembaga Permasyarakatan (Rutan Lapas) kelas IIIA Tembilahan. Dengan menggunakan kain sarung yang telah di sambung-sambungnya, Saripudin berhasil memanjat dinding tembok lapas hingga akhirnya dia berhasil kabur.
Saripudin sudah menjalani hukuman penjara +/_ 1.5 tahun. Ia mulai mendekam dilapas Tembilahan sejak (04/07/09) lalu. Karena kasus perampokan yang dilakukannya di Dusun Andalas, Desa Pelangiran Inhil, yang terjadi beberapa tahun lalu, Saripudin akhirnya di tangkap dan dijerat dengan pasal 365 KUHP, dan akhirnya ia divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan selama 3.5 tahun penjara.
Menurut Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Tembilahan, Yulius Saian BC.IP.SH, Saripudin diperkirakan kabur sekitar pukul lima pagi. Sebagai seorang napi yang bertugas sebagai juru masak yang bertugas memasak nasi didapur lapas Tembilahan, setiap pukul empat pagi, oleh petugas Saripudin dikeluarkan dari kamar tahanan untuk melaksanakan tugasnya menyiapkan makan pagi bagi para napi lainnya.
“Ini kan untuk keperluan makan pagi para napi, jadi kita mulai memaskanya subuh. Makanya mulai pukul empat mereka yang bertugas di dapur saat itu mulai beraktifitas” ujar Yulius ketika ditemui diruangannya.
Namun belum lama aktifitas petugas dapur bermula, saat itu salah seorang napi lain secara tidak sengaja melihat Saripudin sudah berada diatas dinding tembok lapas. Melihat aksi saripudin yang berusaha kabur, saksi yang melihat langsung bergegas mencari dan melaporkan kepada pegawai sipir yang bertugas. Namun sayang, ketika para sipir sampai di tkp, Saripudin sudah menghilang, bahkan ketika dicari Sariudin tidak berhasil ditemukan.
“Disamping kami akan terus melakukan usaha pencarian di pos-pos yang dianggap rawan, kami juga telah melakukan kordinasi dengan pihak Polres Inhil dan Danramil yang ada di daerah-daerah” tukas Yulius.
Kepada wartawan Yulius juga meyakinkan, bahwa dibalik peristiwa kaburnya Saripudin dari lapas Tembilahan bukanlah merupakan sebuah unsur kesengajaan yang sengaja dilakukan oleh para pegawainya.
“Yang pasti saya sangat yakin bahwa pegawai saya tidak ada yang terlibat ataupun sengaja memberikan kemudahan dalam pelarian Saripudin” ujarnya Yulius meyakinkan wartawan.
Ketika ditanyakan apakah diperbolehkan narapidana menggunakan dan menyimpan kain sarung dirumah tahanan, yang sudah barang tentu hal tersebut bisa saja membahayakan para napi itu sendiri. Misal kata seperti untuk gantung diri, atau untuk melarikan diri seperti yang terjadi dengan Saripudin sekarang ini. Yulius pun membantah bahwa kain sarung yang ada tersebut adalah kain sarung yang digunakan oleh para napi untuk melakukan ibadah sembahyang.
“Kami kan tidak mungkin melarang napi mau beribadah, makanya mereka kita perbolehkan memakai sarung. Disini saya juga ingin menghimbau kepada masyarakat di manapun berada, sekiranya ada melihat orang yang ciri-cirinya serupa dengan difoto yang ada tersebut kiranya bisa segera menghubungi kami " tegas Yulius mengakhiri wawancaranya. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan komentar dan kritik anda