Tembilahan [inhilBoy.com] – Entah karena malu atau syok, seorang wanita yang mengaku mahasiswi sebuah Akademi Kebidanan di Tembilahan Kesurupan setelah tertangkap basah oleh warga sedang asyik berduaan dengan sang pacar di kamar kosnya di jalan M.Boya Lorong Durian RT 05 RW 10 Tembilahan Kota, Inhil-Riau, Sabtu (15/01)Penggrebekan dilakukan sekira pukul 01.30 WIB dini hari Sabtu (15/01), berawal dari kecurigaan warga yang melihat ada dua wanita asing datang menggunakan sepeda motor dan masuk kedalam rumah kos namun tak keluar lagi.
Warga pun curiga karena jam malam kos pukul 23.00 WIB sudah lewat. Apalagi, setelah masuk mereka tak lagi keluar. Warga yang menolak kampungnya dijadikan ajang mesum, akhirnya berkumpul. Sebelum melakukan aksinya, warga awalnya mencoba untuk meminta ijin kepada pemilik rumah kos namun ketika dipanggil, pemilik kos tak kunjung keluar. Tak ingin kehilangan jejak, ketua RT bersama ketua pemuda dan puluhan warga Lorong Durian langsung menggedor setiap pintu kamar rumah kos campur laki-laki dan perempuan yang di bangun dua lantai tersebut.
“Saya melihat ada dua orang wanita pakai sepeda motor masuk kos ini, ini sepeda motornya” ujar seorang warga meyakinkan warga lainnya seraya menunjuk sebuah sepeda motor bebek warna silver yang terpakir di halaman rumah kos tersebut.
Lain yang dicari lain pula yang didapat. Meski tak berhasil menemukan dua wanita yang dicurigai lantaran ada beberapa kamar yang masih terkunci, namun naas secara kebetulan warga malah menemukan sepasang muda-mudi berlainan jenis sedang berduaan di dalam salah satu kamar kos tersebut.
Usai tertangkap basah berdua didalam kamar kost, pasangan muda mudi berlainan jenis ini tak berkutik. yang cukup mengejutkan, ketika ditanya kedua pasangan ini mengaku adalah seorang mahasiswa dan mahasiswi. Sang perempuan (penghuni kos) diketahui berinisial WL, mahasiswi sebuah Akademi Kebidanan di Tembilahan. Sementara sang lelaki berinisial EP, mahasiswa semester pertama sebuah perguruan tinggi di Tembilahan.
Ketika digerebek oleh puluhan warga, WL hanya bisa menangis karena takut diarak warga. Sementara pasangannya EP, langsung dibawa kerumah ketua RT setempat untuk diamankan. Kepada warga, sang lelaki yang diketahui sebagai warga pendatang di Tembilahan, mengaku terpaksa menginap di kamar kos pacarnya lantaran menurutnya baru masuk ke perguruan tinggi, dan belum punya tempat tinggal.
“Saya minta maaf bang, saya mengaku salah” ujar EP kepada puluhan warga yang mendatanginya.
Tak lama setelah pasangan lelakinya di bawa, WL yang masih berada didalam kamar kosnya terlihat berteriak dan mengamuk-ngamuk seperti orang kesurupan. Merasa kasihan dengan keadaan WL warga pun akhirnya membawa sang lelaki kembali kekamar kos, hingga akhirnya WL pun dapat ditenangkan.
“Nanti kita cari tahu, apakah benar mereka ini mahasiswa dan mahasiswi sesuai dari pengakuan nya” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, para penghuni kost campur laki-laki dan perempuan tersebut sebenarnya sudah pernah ditegur oleh pengurus RT setempat, bahkan pemilik kos nya juga sudah pernah diminta melaporkan setiap penghuni kosnya untuk didata, namun karena tak ada respon warga terpaksa bertindak. Beruntung kedua pasangan muda mudi ini tak sempat menjadi bulan-bulanan warga dan hanya diberikan peringatan saja. (Red)

beuh ! parah -___-
BalasHapus